Makalah Sistem Pengapian
SISTEM PENGAPIAN KONVESIONAL
A.Teori Dasar
Untuk memulai pembakaran diperlukan sistem pengapian.Pada motor umumnya pengapian memakai listrik bertenaga tinggi dimana arus listrik yang bertegangan tinggi diberikan antara 2 buah elektroda busi sehingga terjadi loncatan bunga api.Sistem pengapian (ignition sistem) pada mesin berfungsi untuk menaikan tegangan baterei menjadi 10kilo volt atau lebih sehingga terjadi loncatan bunga api listrik diantara elektroda busi.
|
B.Cara penyalaan bahan bakar pada motor bakar dibedakan dalam 2 macam: Penyalaan sendiri Penyalaan dengan bunga api listriK (Motor diesel) (Motor bensin) (A) (B)
|
C.Sistem pengapian konvensional pada motor bensin ada 2 macam :
1.Sistem pengapian baterai
2.Sistem pengapian magnet
|
|
3. Bagian Sistem Pengapian Baterai
|
Baterai Kegunaan : Sebagai penyedia atau sumber arus listrik |
|||
|
Kunci kontak Kegunaan : Menghubungkan dan memutuskan arus listrik dari baterai ke sirkuit primer |
|||
|
Koil Kegunaan : Mentransformasikan tegangan baterai menjadi tegangan tinggi ( 5000 – 25.000 Volt ) |
|||
|
Kontak pemutus Kegunaan : Menguhungkan dan memutuskan arus primer agar terjadi induksi tegangan tinggi pada sirkuit sekunder sistem pengapian |
|||
|
Kondensator Kegunaan : · Mencegah loncatan bunga api diantara celah kontak pemutus pada saat kontak mulai membuka · Mempercepat pemutusan arus primer sehingga tegangan induksi yang timbul pada sirkuit sekunder tinggi |
|||
|
Distributor Kegunaan : Membagi dan menyalurkan arus tegangan tinggi ke setiap busi sesuai dengan urutan pengapian |
|||
|
Busi Kegunaan : Meloncatkan bunga api listrik diantara kedua elektroda busi di dalam ruang bakar, sehingga pembakaran dapat dimulai |
|||
D.Rangkaian Sistem Pengapian Baterai
Bagian – bagian
|
1. 2. 3. 4. 5. 6 7.. |
Baterai Kunci kontak Koil Kontak pemutus Kondensator Distributor Busi |
Sirkuit tegangan rendah = Sirkuit primer Baterai – Kunci Kontak – Primer Koil – Kontak Pemutus – Kondensator – Massa Sirkuit tegangan tinggi = Sirkuit Sekunder Sekunder Koil – Distributor – Busi – Massa |
E.Cara Kerja dan Data-data Sistem Pengapian Baterai
Cara kerja
Saat kunci kontak on, kotak pemutus menutup
|
Arus mengalir dari + baterai – kunci kontak – kumparan primer koil kontak pemutus – massa * Terjadi pembentukan medan magnet pada inti koil |
Masalah Pada Sistem Pengapian Konvensional
Kemampuan system pengapian benar-benar besar pengaruhnya pada kesempurnaan sistem pembakaran didalam silinder, dengan system pengapian yang terbaik bakal didapat performa mesin maksimal serta penggunaan bahan bakar yang irit. Masalah system pengapian konvensional pada motor bensin paling kerap berlangsung dibanding system lain.
Ketahui penyebab dari setiap masalah yang terjadi pada sistem pengapian
konvensional berikut ini, dengan mengetahui ini akan bermanfaat untuk
kendaraan anda. Oh ya.. cara mengatasinya tidak akan saya sampaikan, karena
dengan sendirinya Anda akan mengetahuinya dari ulasan di bawah ini.
Mesin mobil tidak dapat hidup atau tidak ada percikan api pada busi
- Busi mati atau deposit berlebihan
- Kabel tegangan tinggi bocor berlebihan
- Rotor tidak terpasang
- Urutan pengapian tidak benar
- Platina terganjal kotoran
- Platina menutup terus atau membuka terus
- Koil mati
- Kondensor mati
- Konektor kabel lepas
- Kabel putus
- Kontak rusak
Mesin sulit hidup dan percikan api pada busi kecil
- Deposit (penumpukan kerak) dibusi berlebihan.
- Kabel tegangan tinggi bocor
- Tutup distributor kotor
- Karbon ditutup distributor hilang
- Tutup distributor retak
- Urutan pengapian tidak benar
- Kontak platina kotor
- Setelan celah platina tidak tepat
- Saat pengapian tidak tepat
- Koil rusak
- Kondensor rusak
- Konektor kabel kotor
Terjadi ledakan di knalpot
- Busi kotor
- Platina kotor
- Saat pengapian terlalu mundur
Terjadi ledakan di knalpot saat pedal gas dilepas
- Kerja vacum advancer kurang sempurna
Ada ledakan di knalpot saat pedal gas ditekan
- Hal ini di sebabkan Kerja centrifugal advancer tak sempurna
Busi cepat kotor
- Pemakaian busi yang tidak tepat
- Platina kotor
- Saat pengapian tidak tepat
Elektroda busi meleleh
- Pemakaian tingkat busi yang terlalu panas.
.png)



0 komentar: