Integrasi Nasional dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika

16.25 0 Comments

Nama :

Kelas :

No :

Kelompok : 1

Integrasi Nasional dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika

A. Kebhinekaan Bangsa Indonesia

1. Alat pemersatu Bangsa

Indonesia merupakan negara kepulauan (archipelago) yang terdiri dari pulau-pulau yang dibatasi oleh laut dan selat. Oleh karena itu, kita harus melakukan berbagai upaya untuk mewujudkannya. Berbagai upaya yang dapat kita lakukan antara lain memupuk komitmen persatuan dalam keberagaman, tidak menyinggung perbedaan sara, harus saling menghormati antar agama dan keyakinan, serta menghargai perbedaan budaya.

Kalian pasti masih ingat dengan semboyan bangsa Indonesia Bhineka Tunggal Ika.

Kebhinekaan merupakan realitas bangsa yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya. Perbedaan etnis, religi, maupun ideologi menjadi bagian tidak terpisahkan dari sejarah Bangsa Indonesia dengan Bhineka Tunggal Ika dan toleransi yang menjadi perekat untuk bersatu dalam kemajemukan bangsa.

Semboyan ini merupakan salah satu alat pemersatu bangsa Indonesia.

Selain semboyan ini, masih terdapat alat pemersatu bangsa Indonesia yang lain yaitu sebagai berikut :

a. Dasar negara Pancasila.

b. Bendera Merah Putih sebagai bendera kebangsaan

c. Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dan bahasa persatuan

d. Lambang Negara Burung Garuda

e. Lagu kebangsaan Indonesia Raya

f. Lagu-lagu perjuangan.

2. Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Keberagaman budaya pula yang telah mendorong warga asing berkunjung ke Indonesia. Persatuan dalam keberagaman harus dipahami oleh setiap masyarakat agar dapat mewujudkan hal-hal sebagai berikut :

a. Kehidupan yang selaras, serasi, dan seimbang

b. Pergaulan antar sesama yang lebih akrab

c. Perbedaan yang ada tidak menjadi sumber masalah

d. Pembangunan berjalan lancar

Kita harus menyadari bahwa kita semua adalah Bangsa Indonesia yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama meskipun memiliki berbagai perbedaan.

B. Pentingnya Integrasi Nasional

1. Konsep Integrasi Nasional

Integrasi berasal dari bahasa inggris yaitu integrate yang artinya menyatupadukan, menggabungkan, mempersatukan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, integrasi artinya pembauran hingga menjadi kesatuan yang utuh dan bulat.

a. Secara Politis

Integrasi nasional secara politis berarti penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk suatu identitas nasional.

b. Secara Antropologis

Integrasi nasional secara antropologis berarti proses penyesuaian diantara unsur-unsur kebudayaan yang berbeda sehingga mencapai suatu keserasian fungsi dalam kehidupan masyarakat.

Howard Wriggins menemukan lima pendekatan yang harus dilakukan oleh pemimpin politik dalam rangka mewujudkan integrasi nasional. Kelima pendekatan tersebut adalah sebagai berikut :

a. Adanya ancaman dari luar

b. Gaya politik kepemimpinan

c. Kekuatan lembaga-lembaga politik

d. Ideologi nasional

e. Kesempatan pembangunan ekonomi

Adapun menurut Sunyoto Usman, terdapat tiga faktor penting untuk mewujudkan integrasi nasional yaitu sebagai berikut.

a. Masayarakat dapat menemukan dan menyepakati nilai-nilai fundamental yang dapat dijadikan rujukan bersama.

b. Masyarakat terhimpun dalam unit sosial sekaligus memilikicross cutting affiliation sehingga menghasilkan cross cutting loyalities.

c. Masayarakat berada diatas saling ketergantungan diantara unit-unit sosial yang terhimpun didalamnya dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi.

Menurut Myron Weiner, ada beberapa tipe atau jenis integrasi yaitu sebagai berikut :

a. Integrasi bangsa adalah proses penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial ke dalam satu kesatuan wilayah dan pada pembentukan identitas nasional

b. Integrasi wilayah, yakni pembentukan wewenang kekuasaan nasional pusat diatas unit-unit atau wilayah yang lebih kecil.

c. Integrasi nilai, yakni adanya konsensus atau persetujuan terhadap nilai-nilai bersama yang diperlukan untuk memelihara tertib sosial.

d. Integrasi elite-massa, yakni menghubungkan antara yang memerintah dan yang diperintah antara penguasa dan rakyat.

2. Faktor Pembentuk dan Penghambat Integrasi Nasional

Dalam mewujudkan integrasi nasional terdapat faktor pembentuk maupun faktor penghambatnya.

Faktor pembentuk integrasi nasional adalah sebagai berikut :

a. Adanya rasa senasib dan seperjuangan yang diakibatkan oleh faktor sejarah

b. Adanya ideologi nasional yang tercermin dalam simbol negara yaitu Garuda Pancasila dan semboyan Bhineka Tunggal Ika.

c. Adanya tekad serta keinginan untuk bersatu di kalangan bangsa Indonesia seperti yang dinyatakan dalam Sumpah Pemuda.

d. Adanya ancaman dari luar yang menyebabkan munculnya semangat nasionalisme di kalangan bangsa Indonesia

e. Penggunaan bahasa Indonesia

f. Adanya semangat persatuan dan kesatuan dalam bangsa, bahasa, dan tanah air Indonesia.

g. Adanya kepribadian dan pandangan hidup kebangsaan yang sama, yaitu Pancasila

h. Adanya jiwa dan semangat gotong-royong, solidaritas, dan toleransi keagamaan yang kuat.

i. Adanya rasa senasib sepenanggungan akibat penderitaan penjajahan.

j. Adanya rasa cinta tanah air dan mencintai produk dalam negeri.

Adapun faktor penghambat integrasi nasional adalah sebagai berikut :

a. Kurangnya penghargaan terhadap kemajemukan yang bersifat heterogen

b. Kurangnya toleransi antar golongan

c. Kurangnya kesadaran dari masyarakat Indonesia terhadap ancaman dan gangguan dari luar

d. Adanya ketidakpuasan terhadap ketimpangan dan ketidak merataan hasil-hasil pembangunan.

Semangat kebangsaan adalah suatu tekad masyarakat untuk membangun masa depan bersama dibawah satu negara yang sama walaupun warga masyarakat tersebut berbeda agama, ras, etnis, atau golongannya.

Integrasi nasional di Indonesia dapat dipelajari dari dua dimensi yaitu dimensi vertikal dan dimensi horizontal.

a. Dimensi Vertikal menyangkut upaya menyatukan persepsi, keinginan, dan harapan antara pemerintah dan rakyat.

b. Dimensi Horizontal berkaitan dengan upaya mewujudkan persatuan diantara perbedaan-perbedaan yang ada dalam masyarakat.

C. Tantangan dalam menjaga keutuhan NKRI

Di era globalisasi banyak tantangan yang akan kita hadapi menuju kemakmuran bangsa dan negara. Setiap negara seolah berlomba untuk menemukan jawaban atas segala tantangan yang menghadang. Saat ini banyak terdapat tantangan bagi masyarakat dunia menuju masyarakat maju.

Adapun tantangan yang hingga saat ini dihadapi bangsa Indonesia adalah mempertahankan keutuhan NKRI. Seperti yang kita tahu saat ini Indonesia masih dirongrong dengan berbagai hal-hal yang dapat mengancam kedaulatan kita. Selain itu, selalu muncul berbagai permasalahan antara lain sebagai berikut :

1. Pelanggaran wilayah

2. Gangguan keamanan maritim dan dirgantara

3. Gangguan keamanan di wilayah perbatasan berupa pelintas batas secara ilegal

4. Kegiatan penyelundupan senjata dan bahan peledak

5. Masalah separatisme

6. Pengawasan pulau-pulau kecil terluar.

7. Ancaman terorisme.

Adapun tujuan pertahanan negara ditempuh dengan tiga strata pendekatan. Pertama, strata mutlak, dilakukan dalam menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan bangsa Indonesia. Kedua, strata penting, dilakukan dalam menjaga kehidupan demokrasi politik dan ekonomi, keharmonisan hubungan antarsuku, agama, ras, dan golongan (sara), penghormatan hak asasi manusia, dan pembangunan yang berwawasan lingkungan hidup. Ketiga, strata pendukung, dilakukan dalam upaya turut memelihara ketertiban dunia.

D. Peran serta Warga Negara dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

1. Kesadaran Bela Negara

Dalam UU no. 3 Tahun 2002 pasal 9 ayat (1) dijelaskan bahwa upaya bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaanya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.

UUD NKRI tahun 1945 yaitu pasal 27 ayat (3) yang berbunyi, “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara”. Bela negara yang dilakukan oleh warga negara merupakan hak dan kewajiban membela serta mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa dari segala ancaman.

Alinea pertama Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan, “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan peri keadilan”. Bagi bangsa Indonesia, perang merupakan jalan terakhir dan dilakukan jika semua usaha dan penyelesaian secara damai tidak berhasil.

Nilai-nilai bela negara antara lain sebagai berikut :

a. Cinta tanah air

b. Kesadaran berbangsa dan bernegara

c. Pancasila

d. Rela berkorban untuk bangsa dan Negara

e. Memiliki kemampuan bela negara.

Kesadaran bela negara dapat dilakukan dengan patuh dan taat pada hukum, belajar yang rajin, dan berprilaku positif, melestarikan kebudayaan, setia memakai dan mempromosikan produk-produk Indonesia, dan lain-lain.

Selain itu, kesadaran bela negara juga dapat dilakukan antara lain sebagai berikut :

a. Pendidikan kewarganegaraan

b. Pelatihan dasar kemiliteran

c. Pengabdian sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia secara Sukarela atau Wajib

d. Pengabdian sesuai profesi

2. Dasar Hukum Bela Negara

Ada beberapa dasar hukum dan peraturan tentang wajib bela negara.

a. Tap. MPR No. VI Tahun 1973 tentang konsep Wawasan Nusantara dan Keamanan Nasional.

b. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 1954 tentang Pokok-pokok perlawanan rakyat.

c. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok Hankam Negara RI, diubah oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1988.

d. Tap MPR No. VI tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dengan Polri

e. Tap MPR No. VII tahun 2000 tentang Peranan TNI dan Polri

f. Amandemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pasal 30 ayat (1) dan (20 menyatakan bahwa tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara yang dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh TNI dan kepolisian sebagai komponen utama, dan rakyat sebagai kekuatan pendukung. Ada pula pasal 27 ayat (3): “setiap warga negara berhak ddan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara”.

g. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, ayat (1) : setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan negara ; ayat (2) : keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara dimaksud ayat (1) diselenggarakan melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

1) Pendidikan kewarganegaraan

2) Pelatihan dasar kemiliteran

3) Pengabdian sebagai prajurit TNI secara sukarela atau wajib

4) Pengabdian sesuai dengan profesi.

0 komentar:

Artikel tentang Ikatan Kimia

16.22 0 Comments

Ikatan Kimia

Konfigurasi elektron yang stabil
Konsep ikatan kimia antar atom didasari oleh adanya segolongan unsur yang memiliki kestabilan yang sangat tinggi, sehingga unsur-unsur ini sukar berinteraksi dengan unsur lain. Golongan unsur-unsur yang sangat stabil ini adalah golongan gas mulia (golongan VIIIA). Menurut Gilbert Newton Lewis dan Albrecht Kossel, kestabilan dari unsur-unsur gas mulia ini disebabkan oleh elektron valensinya yang berjumlah delapan kecuali He yang memiliki dua elektron valensi.

Albrecht Kossel menyatakan bahwa ada kecendrungan dari setiap atom mengikuti susunan elektron seperti gas mulia, dengan cara melepaskan atau menangkap elektron, sedangkan G.N.Lewis mengembangkan kaidah oktet dan cara menggambarkan kedudukan elektron-elektron pada kulit terluarnya. Kaidah oktet ini menyatakan bahwa atom-atom cenderung akan memiliki delapan elektron di kulit terluarnya.
Dapat dilihat bahwa atom-atom gas mulia memiliki 8 elektron pada kulit terluarnya (8 elektron valensi) kecuali helium (He) yang sudah sangat stabil walaupun hanya memiliki 2 elektron valensi.

Lambang Atom Jumlah elektron pada kulit Jumlah elektron valensi
K L M N O
2He
10Ne
18Ar
36Kr
54Xe 2
2
2
2
2
8
8
8
8

8
18
18


8
18



8 2
8
8
8
8

Pada struktur Lewis, setiap tanda (.) atau (x) melambangkan sebuah elektron, dan yang digambarkan dalam struktur Lewis ini hanya elektron valensinya saja.

Ikatan Ionik

Pembentukan ion positif dan ion negatif terjadi karena atom-atom memiliki kecendrungan untuk melepaskan dan menangkap elektron, sehingga susunan elektronnya menjadi lebih stabil. Adanya perbedaan muatan listrik antara ion positif dengan ion negatif akan menimbulkan gaya tarik menarik elektrostatis dinatara keduanya. Gaya tarik menarik elektrosatis menyebabkan terjadinya ikatan kimia antara kedua ion disebut ikatan ionik.

Contoh
Terjadinya Ikatan Ionik Pada NaCl

Pada pembentukan ikatan ion antara Na+ dan Cl-, mula-mula Na melepaskan 1 elektronnya, sehingga terbentuk ion Na+. Kemudian 1 elektron yang dilepas oleh Na tadi akan ditangkap oleh atom Cl, sehingga terbentuk ion Cl-. Antara kedua ion ini terjadi gaya tarik elektrostatis, sehingga terbentuk NaCl

Ikatan Kovalen

Kecenderungan atom-atom untuk membentuk ion positif dan ion negatif tidaklah sama. Oleh karena itu, pembentukan sususnan elektron yang stabil dari atom-atom tidak semuanya harus dilakukan dengan cara melepaskan atau menerima elektron. Cara lain untuk membentuk susunan elektron yang stabil dari atom-atomnya, yaitu dengan menggunakan bersama sepasang elektron atau lebih. Ikatan kimia antara atom-atom dengan cara menggunakan bersama sepasang elektron atau lebih disebut ikatan kovalen.

Struktur Lewis merupakan gambaran distribusi elektron dalam tiap atom. Dalam struktur Lewis elektron ditandai dengan sebuah titik (.) atau tanda silang (x).

Ada 3 hal yang perlu diperhatikan dalam melukiskan ikatan kovalen dengan struktur Lewis, yaitu:
1. Susunan elektron yang digambarkan pada struktur Lewis hanyalah elektron valensi
2. Pasangan elektron yg digunakan bersama-sama diletakkan diantara kedua atom yang berikatan
3. Jumlah elektron untuk tiap atom setelah berikatan adalah delapan (kaidah oktet), kecuali untuk atom H yang hanya mempunyai dua elektron (kaidah duplet).



Contoh:
Pembentukan ikatan kovalen dalam molekul H2 : H H
Pembentukan ikatan kovalen dalam molekul Cl2 : Cl Cl

Ikatan Kovalen

Ikatan kovalen berdasarkan jumlah elektron yang berpasangan terbagi menjadi 3, yaitu :
ikatan kovalen tunggal, rangkap (dua), dan rangkap tiga.
Ikatan kovalen tunggal berarti ada satu pasangan elektron yang berikatan.
Ikatan kovalen rangkap (2) berarti ada dua pasang elektron yang berikatan.
Ikatan kovalen rangkap 3 berarti ada tiga pasang elektron yang berikatan.

Contoh:
Pembentukan ikatan kovalen tunggal dalam molekul H2 : H H
Pembentukan ikatan kovalen tunggal dalam molekul Cl2 : Cl Cl
Pembentukan ikatan kovalen rangkap 2 dalam molekul O2 : O=O
Pembentukan ikatan kovalen rangkap 3 dalam molekul N2 : N N

Ikatan Logam

Dalam suatu unsur logam, biasanya atom-atom logamnya berkumpul dalam jarak yang sangat dekat dan membantuk suatu kristal yang kompak. Selain atom-atomnya tersusun rapat, atom-atom logam juga memiliki banyak orbital kosong. Karena jarak antaratom logam sangat rapat, maka akan terjadi pertumpangtindihan orbital-orbital kosong. Hal ini menyebabkan setiap elektron atom logam dapat bergerak bebas dan berpindah tempat dari satu orbital ke orbital lainnya.

Setiap atom elektron atom logam dengan mudah dapat lepas dan bergerak bebas diantara kumpulan atom-atom logam tersebut. Atom-atom logam yang kehilangan elektron valensi akan berubah menjadi ion-ion positif. Karena ion-ion positif berada di tengah-tengah "lautan" elektron yang bergerak bebas, maka akan terjadi gaya tarik antara ion positif dengan elektron-elektron tersebut. Interaksi antara ion positif dengan elektron yang bergerak bebas dalam kumpulan ion-ion ini disebut ikatan Logam.
Sifat Logam

ᄋ Mudah ditempa disebabkan oleh mudahnya elektron-elektron berpindah tempat dalam kisi logamnya. Adanya lautan elektron yang mengikat atom-atom logam yang tersusun sangat rapat menyebabkan logam tidak mudah terbelah/terpecah apabila ditekan dengan gaya yang sangat kuat. Penekanan hanya akan mengakibatkan bergesernya susunan atom-atom tadi, namun atom-atom ini tetap terikat satu sama lain oleh lautan elektron.

ᄋ Penghantar panas dan listrik yang baik disebabkan oleh mudahnya elektron-elektron valensi bergerak diantara kation-kation logam.

ᄋ Mengkilap disebabkan oleh adanya elekton-elektron yang mengalami perpindahan tingkat energi dari keadaan dasar ke tingkat energi yang lebih tinggi (tereksitasi) pada saat logam dikenai seberkas cahaya. Pada waktu elektron-elektron kembali ke tingkat dasar, maka akan dipancarkan energi dalam bentuk radiasi pada daerah tampak dan menghasilkan kilap logam yang khas.

Tata Nama Senyawa
Pemberian nama senyawa telah diatur oleh komisi tata nama IUPAC (international Union of Pure and Applied Chemistry) sebuah badan ilmu kimia internasional. Aturan tata nama untuk senyawa-senyawa yang terdiri atas atom nonlogam dengan nonlogam, logam dan nonlogam, dan ion logam dengan ion poliatom.

1. Tata Nama Senyawa Biner Atom-Atom Nonlogam

Senyawa biner adalah senyawa yang terdiri atas dua atom yang berbeda.
- Untuk atom-atom nonlogam pemberian nama dilakukan berdasarkan urutan nonlogam berikut: B-Si-As-C-P-N-H-S-I-Br-Cl-O-F, kemudian ditambahkan akhiran -ida.
Contoh: HF diberi nama Hidrogen Fluorida
- Bila jumlah unsur dalam senyawa berbeda maka untuk menyatakan jumlah masing-masing unsur atau atom dalam rumus kimianya, harus diawali dengan awalan angka Yunani, yaitu:
1 = mono 6 = heksa
2 = di 7 = hepta
3 = tri 8 = okta
4 = tetra 9 = nona
5 = penta 10 = deka

Contoh :CO2 = karbon dioksida

2. Senyawa Biner Atom-Atom Logam dan Nonlogam

- Nama atom logam disebut dulu, diikuti dengan nama atom nonlogam & ditambah akhiran -ida.
Contoh: NaCl = Natrium Klorida
- Persenyawaan antara atom logam dan nonlogam umunya berupa senyawa ion. Oleh karena itu, bila sebuah atom logam dapat membentuk lebih dari satu senyawa dengan muatan ion yang berbeda, untuk membedakannya, muatan ion logam harus dituliskan. Jumlah muatan ion logam ditulis dengan angka Romawi dalam tanda kurung.
Contoh: CuI = tembaga(I) Iodida dan CuI2 = tembaga(II) Iodida.

3. Tata Nama Senyawa Ion Poliatom

Hampir sama dengan ion monoatom, nama kation disebut dulu, diikuti dengan nama anion poliatomnya.

Contoh: FeSO4 = Besi(II) sulfat; HNO3 = asam nitrat









MENYUSUN IKATAN KIMIA


Disusun Oleh :
Nama :
Kelas :
No. Absen :



SMK NU MA'ARIF 2 KUDUS
TAHUN PELAJARAN 2016 / 2017
Jl. Siliwangi no. 99 Gang 1 Jekulo Kudus

0 komentar:

Contoh Karya Tulis

16.16 0 Comments

KEUNGGULAN UNIVERSITAS

ISLAM NEGERI (UIN) WALISONGO SEBAGAI

PERGURUAN TINGGI ISLAM DI SEMARANG

Karya Tulis Ilmiah

Diajukan guna memenuhi Syarat Kenaikan Kelas XII

Image result for ma nurul ulum jekulo

Oleh :

Nama :

NIS :

Kelas :


LEMBAGA PENDIDIKAN MA’ARIF

MA NURUL ULUM JEKULO KUDUS

TAHUN AJARAN 2016 / 2017

PENGESAHAN

Karya tulis ini yang berjudul Keunggulan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo telah diterima dan disahkan oleh pembimbing sebagai syarat untuk mengikuti ujian tahun 2016 / 2017 pada :

Hari :

Tanggal :

Mengetahui :

Wali Kelas XI IPA 2 Pembimbing

Ma’sum Abdus Syafi, S.Pd. I Fais Nor Farida, S.Pd

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO :

1. Selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT

2. Tetap rendah hati meskipun memiliki derajat yang tinggi.

3. Hidup adalah sebuah perjuangan untuk mencapai keberhasilan.

PERSEMBAHAN :

Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT. Atas rahmat dan hidayah-Nya. Dengan penuh rasa syukur penulis persembahkan karya tulis ilmiah ini untuk :

1. Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan taufiqnya serta kesehatan jasmani dan rohani sehingga penulis dapat menyusun karya tulis ini.

2. Kedua orang tua yang telah mendukung dan mendo’akan saya sehingga saya dapat menyusun karya tulis ini

3. Bapak KH. M. Jazuli, S.Ag. MH selaku kepala sekolah MA NU Nurul Ulum Jekulo Kudus

4. Ibu Fais Nor Farida, S.Pd, yang telah membimbing dan memberi arahan kepada saya dalam menyusun karya tulis ini.

5. Sahabat dan teman-temanku yang telah memberikan semangat serta motivasi kepada saya dalam pembuatan karya tulis ini.

6. Almamater tercinta yang selalu aku banggakan.

KATA PENGANTAR

Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, petunjuk, dan hidayahnya, sehingga dapat menyelesaikan karya tulis ini.

Karya tulis yang berjudul “Keunggulan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo” sebagai Perguruan Tinggi Islam di Walisongo ini disusun untuk memperluas pengetahuan pembaca tentang Pendidikan dalam lingkungan (UIN). Diharapkan dari pembaca karya tulis ini bisa memahami isi karya tulis ini.

Tak lupa, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut serta membantu terlaksananya karya tulis ini, terutama kepada :

1. Bapak KH.M. Jazuli, S.Ag.M.H selaku Kepala Sekolah Madrasah Aliyah NU NURUL ULUM JEKULO KUDUS

2. Ibu Fais Nor Farida, S.Pd, selaku pembimbing yang senantiasa memberikan bimbingan dalam penyusunan karya tulis ini

3. Pihak-pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam penyusunan karya tulis ini.

Meskipun sudah diupayakan semaksimal mungkin, penyusun menyadari bahwa karya tulis ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca yang bersifat konstruktif sangat diharapkan demi kesempurnaan karya tulis ini. Harapan penyusun semoga karya tulis ini bermanfaat bagi kita semua. Amin . . .

Kudus, 2017

Penyusun

ABSTRAK

Judul

:

Keunggulan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo sebagai Perguruan Tinggi Islam di Semarang.

Abstrak :

:

Laporan hasil penelitian ini dilatarbelakangi oleh asumsi bahwa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo merupakan Universitas yang terkenal dan tidak asing lagi di Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keunggulan dan karakteristik yang dimiliki oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo. Penelitian ini dibuat perlakuan, yaitu mengunjungi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, melakukan penelitian, mengumpulkan data, dan menyusun karya tulis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo memiliki keunggulan dan karakteristik tertentu dibanding Universitas yang lain.

DAFTAR GAMBAR

1. Logo UIN / Fakultas UIN

2. Gambar UIN

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................. i

HALAMAN PENGESAHAN .................................................................... ii

HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ...................................... iii

KATA PENGANTAR ............................................................................... iv

ABSTRAK ................................................................................................... v

DAFTAR GAMBAR .................................................................................. vi

DAFTAR ISI ............................................................................................... vii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah .............................................................. 1

B. Rumusan Masalah ........................................................................ 1

C. Tujuan penelitian ......................................................................... 1

D. Manfaat Penelitian ....................................................................... 2

BAB II LANDASAN TEORI

A. Pengertian Keunggulan ................................................................ 3

B. Pengertian Karakteristik .............................................................. 3

C. Sejarah UIN ..................................................................................

BAB III METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian ...................................................... 5

B. Subjek Penelitian ......................................................................... 5

C. Instrumen Penelitian .................................................................... 5

D. Prosedur Penelitian ...................................................................... 5

BAB IV HASIL PENELITIAN

A. Keunggulan-keunggulan yang dimiliki Universitas Islam Negeri

(UIN) Walisongo .......................................................................... 6

B. Karakteristik yang dimiliki oleh Universitas Islam Negeri

(UIN) Walisongo .......................................................................... 6

BAB V PENUTUP

A. KESIMPULAN ........................................................................... 7

B. SARAN ....................................................................................... 7

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN


BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Sekarang IAIN Walisongo resmi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo sejak 19 Desember 2014. UIN Walisongo secara resmi berdiri pada tanggal 06 April 1970 melalui Keputusan Menteri Agama RI (KH. M. Dachlan) No. 30 dan 31 Tahun 1970. Pada awal berdirinya Perguruan Tinggi Agama Islam ini memiliki5 fakultas yang tersebar di berbagai kota di Jawa Tengah, yakni Fakultas Dakwah di Semarang, Fakultas Syari’ah Bumiayu, Fakultas Syari’ah di Demak, Fakultas Ushuluddin di Kudus dan Fakultas Tarbiyah di Salatiga. Namun, ide dan upaya perintisnya telah dilakukan sejak tahun 1963, melalui pendirian Fakultas-fakultas agama islam di beberapa daerah tersebut yang dilakukan secara sporadis oleh para ulama sebagai representasi pemimpin agama dan para birokrat santri. Oleh karena itu penulis mengambil judul “Keunggulan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo”

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :

1. Apa saja keunggulan yang dimiliki oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo?

2. Bagaimana karakteristik yang dimiliki oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo?

C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk :

1. Mendeskripsikan keunggulan yang dimiliki oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo

2. Mendeskripsikan karakteristik yang dimiliki oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo

D. Manfaat Penelitian

Penelitian ini memiliki manfaat sebagai berikut :

1. Bagi penulis, dapat menyelesaikan tugas karya ilmiah dan menambah wawasan tentang Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo

2. Bagi pembaca, dapat memberi dan menambah pengetahuan tentang Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Pengertian Keunggulan

Arti kata keunggulan menurut KBBI keunggulan dari kata dasar : unggul Arti : keadaan (lebih) unggul, keutamaan, kepandaian (kecakapan, kebaikan, kekuatan, dan sebagainya) yang lebih dari pada yang lain atau dalam arti lain, keuanggulan adalah sesuatu yang kita dapat dari latihan dan kebiasaan seseorang akan disebut unggul jika ia telah melakukan segala sesuatu berulang kali.

B. Pengertian Karakteristik

Definisi karakteristik adalah fitur pembeda dari seseorang atau sesuatu. Karakteristik didefinisikan sebagai kualitas atau sifat. Contoh dari karakteristik adalah kecerdasan atau dalam arti lain karakteristik adalah kualitas tertentu atau ciri yang khas atau mencolok dari diri seseorang ataupun sesuatu benda atau hal yang lain.

C. Sejarah UIN

IAIN dibentuk oleh Pemerintah pada tahun 1960 di Kota Yogyakarta dengan nama IAIN Al Jami’ah al-islamiah al-hukumiyah, yang merupakan gabungan dari Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) Yogyakarta dan Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) Jakarta. Sejak tahun 1963, berdirilah cabang-cabang IAIN yang terpisah dari pusat pada tahun 1965, nama IAIN di Yogyakarta diubah menjadi IAIN Sunan Kalijaga. Pada abad ke-21, sejumlah IAIN berubah nama menjadi Universitas Islam Negeri (UIN), karena memiliki fakultas dan jurusan di luar studi keislaman. IAIN Sayrif Hidayatullah di Jakarta misalnya, berubah nama menjadi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Semarang pada tanggal 14 Desember 2016.

B. Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo.

C. Instrumen Penelitian

Instrumen-instrumen penelitian mengenai keunggulan dan karakteristik yang dimiliki oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo

D. Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian menggunakan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Menentukan objek pengamatan

2. Melakukan observasi dari tempat yang telah ditentukan yaitu Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo

3. Pengambilan gambar

4. Mengumpulkan data dari observasi yang telah dilakukan

5. Menganalisis data yang telah diperoleh

6. Penyusunan karya tulis.

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Keunggulan-Keunggulan yang dimiliki oleh Universitas Islam Negeri Walisongo

1. Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo tempat berpadunya ilmu dan agama. Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo dalam menjalankan pendidikannya tidak hanya dalam bidang formal saja, tetapi dalam bidang agama juga keduamya diajarkan secara seimbang dan saling melengkapi satu sama lain. Karena adanya kedua bidang itu, yakni antara ilmu dan agama. Maka setiap mahasiswa lulusan UIN tidak hanya pandai dalam bidang formal saja, tetapi menjadi orang yang pandai dalam dalam bidang formal dan agama memiliki jiwa yang mandiri, akhlaq yang mulia dan memiliki banyak pengetahuan tentang agama.

2. Fakultas-fakultas yang ada di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo

a. Fakultas Syariah dan Hukum (Al-Ahwal Al Syakhsiyah) Hukum Pidana Islam Hukum Ekonomi Islam.

b. Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (Aqidah Filsafat Tafsir Hadits perbandingan Agama Tasawuf-Psikoterapi)

c. Fakultas ilmu Tarbiyah dan Keguruan (Pendidikan Agama Islam Manajemen Pendidikan Islam)

d. Fakultas Dakwah dan Komunikasi (Bimbingan dan Penyuluhan Islam Komunikasi dan Penyiaran islam)

e. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (Ekonomi Islam Perbankan Syari’ah Akuntansi Syari’ah D-3 Perbankan Syari’ah)

f. Fakulta Sains dan Teknologi (Pendidikan Matematika, Pendidikan Fisika, Pendidikan Kimia, Pendidikan Biologi).

B. Karakteristik yang dimiliki oleh Universitas Islam Walisongo Semarang

1. Komitmen dalam mengembangkan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo

UIN memiliki komitmen untuk terus berkembang dalam rangka ikut bertanggung jawab akan perkembangan nasional, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tanggung jawab dalam pengembangan kemajuan dunia islam, tanggung jawab tersebut dipandang sebagai suatu hal yang harus direalisasikan dalam program-program yang akan dikembangkan karena sangat terkait dengan aspek-aspek fundamental lainnya, yaitu hakikat pendidikan, pembangunan nasional, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kebutuhan akan pendidikan tinggi, dan perkembangan dunia Islam.

2. Dapat Menciptakan Jiwa yang Mandiri

Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo adalah tempat menuntut ilmu yang memadukan antara ilmu dan agama. Jadi, mahasiswa lulusan UIN bisa menjadi jiwa yang mandiri, karena sejak dia belajar di UIN dapat mendapatkan pendidikan formal dan agama, sehingga menciptakan mahasiswa yang berakhlaqul karimah, yang menjadikan seorang tersebut memiliki jiwa yang mandiri, berkreasi dan kreatif.

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan permasalahan dan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan sebagai berikut :

a. Keunggulan yang dimiliki Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo

1. Tempat berpadunya Ilmu dan agama

2. Memiliki fakultas-fakultas yang ada di UIN.

b. Karakteristik yang dimiliki Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo

1. Memiliki komitmen dalam membangun UIN

2. Dapat menciptakan lulusan yang berjiwa mandiri.

3.

B. Saran

Saran yang dapat disampaikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Bagi mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo supaya dapat menjadi mahasiswa yang bisa membanggakan almamaternya.

2. Bagi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, semoga tambah maju dan bisa berkembang dengan baik, dengan menciptakan keunggulan-keunggulan baru dan mahasiswa yang berkualitas.

DAFTAR PUSTAKA

http://library.Walisongo.ac.id/digilib/download.php?id =397.com

http://ptid.walisongo.ac.id.com

http://pmb.walisongo.ac.id.com

LAMPIRAN-LAMPIRAN

ad803-logoooooo.jpg 2.1-4.jpg

iain-walisongo.jpg

0 komentar:

Artikel Ekonomi Kreatif

16.13 0 Comments

0 komentar: